Reckless Traveler

Reckless Traveler

Monday, July 23, 2012

Perjalanan ke Bromo

Setelah sekian lama saya gk nulis blog kali ini saya mau share soal perjalanan ke Bromo pada tanggal 5Juli-9Juli2012. Perjalanan nya akan lebih detail ke Bromonya..
Penampakan Bus Probolinggo
Perjalanan ini dimulai dari Bandung dengan menggunakan kereta Malabar jurusan Bandung-Malang seharga 176ribu. Perjalanan ke Malang ini cukup melelahkan karena memakan waktu kira-kira sampai 15jam. Setelah itu kami langsung makan siang di stasiun. Dari stasiun Kota Baru dilanjutkan dengan naik angkot berkode AMG di depan stasiun seharga 3ribu rupiah saja untuk menuju Terminal Ardjosari. Di terminal Ardjosari ini kita bisa naik bus jurusan Probolinggo- Banyuwangi untuk sampai ke titik Colt yang akan menuju ke Bromo berkumpul. Perjalanan dari Malang ke Probolinggo kira-kira menghabiskan waktu sekitar 3jam. Ongkos Bus jurusan ke Probolinggo ini adalah 18rb. Setelah sampai di Terminal Probolinggo kita tinggal keluar Terminal Bus belok kiri kemudian terlihat lah kumpulan mobil Colt yang akan mengantar kita menuju ke Bromo. Biasanya Angkot ini menunggu sampai muatan penuh dulu baru jalan. Jadi lamanya menunggu tergantung sama keberuntungan saja.
Perjalanan menggunakan Colt ini sampai Cemoro Lawang yaitu sekitar 3KM dari gunung Bromo adalah sekitar 1-1,5jam saja. Harga Colt dari Terminal Probolinggo - Cemoro Lawang 25rb. Dalam perjalanan pemandangan pegunungannya sangat indah. Lembah-lembah hijau berderet bikin kagum. Sesampainya di Cemoro Lawang kami langsung ke penginapan yang bernama Wisma Yog. Kami mendapat harga yang agak bersahabat dikala high season liburan anak-anak sekolah yaitu sekitar 150rb untuk 3 orang. yang artinya 1orang hanya membayar penginapan 50rb. Kami sampai di Penginapan sekitar jam 2an, beres2 langsung keluyuran ke luar penginapan alias lihat2 pemandangan Bromo.
Rute Jalan Kaki 2jam PP
Dari Cemoro Lawang sendiri kita bisa berjalan kaki menyusuri Padang Pasir Bromo sampai ke Gunung Bromo sekitar 1jam, jadi bolak balik 2jam dan itu yang kami lakukan di sore hari. jadi kami sempat melihat pemandangan dimana gunung Bromo tidak dipenuhi debu-debu dari Hardtop yang berjalan, dan tidak dipenuhi banyak orang. Pemandangan Bromo di sore hari sendiri juga sangat indah, kami berkesempatan menaiki kuda dengan harga 100rb untuk 3 kuda dengan jarak lumayan jauh. Setengah jalan menuju Pura dari Penginapan.
Betapa ramainya di pagi hari
Setelah lelah berjalan kaki kami kembali ke penginapan bersih-bersih dan makan. Makanan di sekitar Taman Wisata Bromo sendiri termasuk mahal. Maklum daerah ini sudah menjadi tempat wisata yang dikenal oleh orang-orang diseluruh dunia. Makanan yang bisa di makan di daerah Cemoro Lawang cukup banyak, jadi tidak perlu takut kekurangan makanan saat berada di Bromo. Bahkan pada saat kami jalan kaki saja ada tukang baso yang menggunakan motor di sebelah Pura Gunung Bromo itu.
Keesokan harinya adalah hal yang tidak mungkin dilewatkan pada saat mengunjungi Gunung Bromo yaitu melihat Sunrise. Perjalanan dimulai jam 3.30 pagi dengan menggunakan motor. Ojek motor ini harganya 150rb seorang dengan rute Pananjakan-Padang pasir-Gunung Bromo-Savanah. Waktunya bebas karena selama kita sedang menikmati masing-masing tempat itu tukang ojek akan setia menunggu. Explore Bromo sampai kira-kira jam 11.30 siang. Selesai explore Bromo kami langsung mandi dan beres-beres karena akan mengejar trip ke Sempu yang nantinya juga gagal. Balik turun ke Terminal Probolinggo menggunakan Colt seharga 25ribu lagi, kemudian pada saat pulang kami menggunakan Bus patas jurusan ke Malang dari terminal Probolinggo seharga 23ribu. Setelah itu kami menghabiskan hari 2 hari di Malang dengan beristirahat.

Detail pengeluaran tidak termasuk jalan2 di Malang..
Bandung-Malang (Kereta Malabar) = 175.000
Malang-Terminal Ardjosari(Angkot AMG) = 3.000
Terminal Ardjosari-Terminal Probolinggo(bus) = 18.000
Terminal Probolinggo-Cemoro Lawang(Colt) = 25.000
Penginapan 2hari 1malam = 150.000:3 = 50.000
Ojek motor explore Bromo = 150.000
Makan = 50.000
Cemoro Lawang - Terminal Probolinggo(Colt) = 25.000
Terminal Probolinggo - Terminal Ardjosari(patas) = 23.000
Malang - Bandung(Kereta Malabar) = 185.000

Jumlah pengeluaran : 694.000
yang bikin mahal kereta Bandung Malangnya ... T_T..


Monday, January 30, 2012

Year 2012 The Best New Year Party Ever..

Okay cerita saya di Korea Selatan agak meloncat sedikit ke acara tahun baru yang saya alami di sana. Yaitu pada saat hari kedua saya di Busan. Tujuan saya ke Busan memang mengejar tahun baru dikarenakan kebiasaan dari penduduk di sana untuk mengamati Sunrise di awal tahun dan saya ingin merasakannya juga. Selain itu rencana awalnya saya ingin menghabiskan waktu dengan teman SMA saya yang kuliah di sana untuk menghabiskan waktu di tahun baru. Namun ternyata teman saya sudah memiliki rencana lain dengan temannya. Alhasil saya ikut ke room party teman host saya.
Pada awalnya saya diberi tahu bahwa saya harus membayar untuk mengikuti party ini. Karena room party ini menyewa Suite Room di Novotel, Heundae Beach. Bisa dibayangkan hotel tersebut disebelah Heundae Beach persis. tinggal jalan 1 menit udah ada di pinggir pantai Heundae. Setelah saya kesana bermodalkan jeans dan baju kaos bergambar barong + tulisan Bali saya meluhat banyak bule berkumpul, mungkin sekitar 20-30 orang di ruangan tersebut dan mengobrol. Kebanyakan mengira saya orang Korea Selatan dan tentunya saya langsung bilang saya dari Indonesia. Ternyata mereka sangat exited dengan Indonesia. Bahkan ada yang pernah datang ke Bali dan Kerja di Indonesia 1tahun sebagai guru EF. Lucunya bule yang pernah mengajar di Indonesia ini punya kartu Paspor BCA dan bisa sedikit bahasa Indonesia. Sangat seru mengobrol dengan bule tersebut dan kami tertawa-tawa.
Setelah itu penyelenggara party mulai menagih2 uang dan pada saat saya ingin membayar saya dibilang Special guest. WOW! Namun saya tetap mau membayar tapi tetap ditolak. Alasannya karena saya masih student. Benar-benar murah hati.
Oke, Setelah ngobrol2 saya diajak lah untuk dinner ke Restoran Irish dan saya memesan Red Rock Beer (bir merek Amerika yang enaknya bukan main ) dan fish and chips yang super banyak. Harganya juga lumayan sekitar 12000won untuk birnya sekitar 6000won. Sehabis makan saya diajak main dart sambil minum beer dan itu seru sekali. Saat saya balik semua makanan saya ternyata sudah di bayarin lagi!!! Benar-benar tidak enak hati namun agak bersyukur juga. hehe..
Sehabis makan kami jalan2 sebentar ke pinggir pantai dan melihat-lihat pemandangan dari sana. Setelah balik ke Hotel kami smua mengobrol lagi dengan bule-bule kali ini bertemu anggota US AirForce. Selama saya party di sana gelas saya selalu diisi oleh red wine nonstop yang memang sangat  enak dan semua tanpa bayar dan kerennya lagi saat countdown kami smua diberi Champagne yang super enak. Benar-benar tahun baru yang penuh "hedonisme" namun tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Tidak pernah terpikir oleh saya stay di Hotel selama perjalanan saya di Korea ini.
Pagi harinya tentu saja saya melihat sunrise untuk pertama kalinya di Tahun Baru dan keadaan di sana sangat dingin di pagi hari. Walaupun begitu tetap saja ribuan orang tetap menunggu munculnya sunrise..

Sunday, January 22, 2012

So Many Hi-Tech Things in South Korea

Entah sayanya yang norak atau memang Korea Selatan penuh dengan benda-benda berteknologi tinggi, saya sampai tertarik untuk membuat ulasan soal ini. Kemajuan teknologi di Korea Selatan sudah tampak dari beberapa menit setelah saya keluar dari Incheon International Airport. Pada saat saya masuk ke Airport Limousin (bus sebenarnya) saya membayar tiket bus dengan uang kertas 10.000 won dan mendapat kembalian dengan mesin. Ya setiap bus di Korea Selatan memiliki sistem uang kembalian dengan mesin. Si sopir tinggal menekan mau kembalian koinan 500won, 100won, atau 50won, dan tentunya kita bisa membayar bus dengan T money di Seoul ataupun Busan Dynamic di Busan. Bukan hanya ini yang membuat saya kagum. Setelah beberapa saat berjalan saya melihat di langit-langit bus ada benda yang menyerupai mesin wifi. Saat saya cek dengan handphone saya ternyata benar saja. Ada Wifi di dalam bus. Saya langsung agak terkejut karena saking noraknya mungkin, maklum di Indonesia tidak ada yang seperti itu. hehe.. ternyata tidak hanya di bus, di setiap sudut daerah di Seoul, dan di Subway bahkan di keretanya pun ada Wifi. Namun untuk login ke Wifi tersebut tentu kita harus memiliki account. Hal ini cukup memukau saya yang belum pernah jalan-jalan di kota modern (saya pernah skali ke HK tp itu kalah modern sama Korea).
Bahkan, di beberapa tempat perhentian Bus kita bisa tahu jika Bus yang ingin kita tuju sudah akan sampai ke Halte. Jadi di beberapa perhentian bus umum ada layar kecil yang menunjukkan nomor bus yang sudah mendekati lokasi ataupun akan menuju lokasi halte bus tempat kita berada.
Tidak hanya sampai situ, Perjalanan saya di Busan dikagetkan dengan bisanya membayar dengan kartu kredit di taksi. Jujur saja saya baru pertama kali melihat yang seperti itu. Kata teman saya sih di Indonesia sudah bisa membayar pakai kredit card di beberapa taksi. Tapi saya belum pernah lihat. Makanya norak. hehe.
Waktu di Busan saya juga dikejutkan dengan adanya tombol elevator model touchscreen. Jadi tombol elevatornya berupa layar, trus di layarnya ada angka-angka yang tinggal disentuh saja maka akan jalan elevatornya. Bukan tombol angka-angka lagi tapi sudah Touchscreen. Lokasinya ada di Busan tower. Soal tombol touchscreen bahkan di apartemen saja sistem lock apartemennya sudah memakai touchscreen. Sama seperti elevator, biasa sistem lock yang menggunakan kode paling-paling hanya ada tombol berupa angka-angka di bagian kunci pintunya, kalau ini bagian kuncinya hanya berupa layar, lalu jika ingin masuk tinggal mencet tombol unclock, muncul lah itu angka yang slalu ngacak posisinya setiap kita mencet tombol unlock itu. Kemudian masukkan kode, pintu terbuka dan angka-angka di layar hilang. Benar-benar negara yang maju sekali teknologinya menurut saya. Dipikir-pikir saya menulis ini karena saya agak norak sih melihat benda-benda tersebut.. hehe..

Wednesday, January 18, 2012

First Day in Seoul

Setelah menunggu sekian lama untuk trip ini akhirnya berangkatlah juga saya ke Korea Selatan pada tanggal 22December2011 kemarin. Namun sebelum berangkat deg-deg an juga rasanya karena ini pertama kalinya saya ke luar negeri sendirian. Mana pikiran saya soal winter mungkina gak lebay. Namun nekatnya saya tetap membawa pakaian secukupnya dan sebuah sneakers saja untuk bertahan di Korea Selatan. Barang-barang yang saya bawa juga terbilang sangat sedikit. Dan saya juga membawa sebuah laptop untuk tetap mudah berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman di Indonesia.
Setelah melewati perjalanan yang sangat lama yaitu 2jam terbang ke LCCT Kuala Lumpur, dilanjutkan transit selama 5jam di Kuala Lumpur, ditambah lgi 6jam perjalanan ke Incheon Airport, Korea Selatan. Alhasil saya sampai di sana sekitar jam 11 malam. Setelah sampai di sana saya langsung menghubungi Host saya yang tinggal di daerah Cheolsan. Keluar dari bandara rasanya benar-benar seperti di lemari es. Bahkan lebih dingin dari lemari es. Jadi hari ini saya berpindah dari suhu 32'C ke -9'C. Untungnya saya tahan dingin dan tidak ada alergi dingin sama sekali. Namun menderitanya saya masih harus menunggu Airport Limousin yang sebenarnya bentuknya bus untuk sampai ke Cheolsan, mungkin saya menunggu dengan kondisi kedinginan sekitar 30mnt. Setelah itu dilanjutkan perjalanan menuju apartemen host saya selama 1jam.
Malam itu saya langsung diajak makan Korea BBQ yang sangat nikmat dan langsung minum Bir bersama serta diajarkan beberapa tradisi sopan santun yang ada di Korea Selatan. untuk Korea BBQ itu sendiri memiliki harga sekitar 10.000 won dengan porsi yang tidak begitu banyak. Lumayan mahal jika di kurs kan ke IDR. Namun karena saya sudah lapar harga tidak saya pikirkan lagi. Yang penting makan. Setelah makan saya ke apartemen Host saya yang berasal dari New Zealand untuk membeli T Money. T Money sendiri berguna sebagai kartu pra bayar untuk Subway, Bus, Taxi, atau bahkan bisa membayar belanjaan di tempat-tempat tertentu. Setelah itu saya langsung beristirahat mengisi tenaga untuk bertualang esok harinya..

Tuesday, January 17, 2012

Ittenary 3weeks in South Korea

Oke, saya akan menepati janji saya untuk memposting ittenary selama saya berada di Korea Selatan. Sejujurnya saya tidak begitu produktif di Korea Selatan karena musim dingin, namun karena jangka waktu yang sangat lama saya bisa melihat hampir semua tempat yang ada di Korea Selatan itu sendiri, dan ini bukan ittenary yang baik untuk ditiru karena saya menjalani trip ini tanpa perencanaan apapun. Segala tempat tujuan yang saya datangi berdasarkan spontanitas saja..
Secara keseluruhan trip yang saya lakukan adalah Road trip menyusuri East Coast South Korea. yaitu dari Seoul -> Gyeojin -> Sokcho -> Uljin -> Gyeongju -> Busan -> Seoul

Seoul (22December2011-27December2011)
Nami Island, Deoksugung Palace, Myeongdong, Namdaemun Market, City Hall, Suwon, Insadong, Hongdae, Hongik, Somyeon.

Gyeojin (27-28December2011)
Gyeojin dock, Gyeojin Market, Gyeojin Middle School

Sokcho (28December2011)
Rodeo Street, Mount Soeraksan

Uljin (28-29December2011)
Uljin Fish Observatory

Gyeongju (29-31December2011)
Tumuli Park, Seokgram Grotto, Bulguksa Temple, Gyeongju Downtown, Cheomsengdae.

Busan (31December2011-8January2012)
Heundae Beach, Heundae Market, Gwangali Beach, King Crab Street, Boemosa Temple, Jagalchi Fish Market, Bujeon Market, Busan Tower, Busan Aquarium, Spa Land (Sinsegae).

Seoul (8-12January2012)
Namsan Seoul Tower, Yoeinaru Park, Building 63, Gyeongbokgung Palace, National Folk Museum, Namsan Hanok Village.

Mungkin banyak teman-teman melihat ada beberapa tempat yang tidak saya kunjungi karena memang menurut saya itu tidak begitu menarik, sehingga saya lewatkan seperti Mall COEX dan yang lainnya. Tapi ini lah ittenary yang saya lakukan selama di Korea Selatan, menurut saya ittenary ini sangat tidak produktif karena saya sendiri tidak suka mengejar waktu dan lebih mengutamakan menikmati tempat dibanding mengejar secara cepat-cepat dan tidak menikmati lokasi yang ingin kita tuju. untuk lebih mendetail lagi saya akan post berikutnya. Karena akan saya ceritakan perjalanan saya di setiap kota beserta detail budget yang saya keluarkan..:)

Monday, January 16, 2012

Budget 3weeks in South Korea?

Banyak sekali teman-teman saya atau bahkan kawan-kawan di group traveler menanyakan berapa besar biaya yang saya keluarkan selama berada di Korea Selatan pada liburan December 2011 kemarin. Tentu saja yang ditanyakan adalah biaya keseluruhan termasuk dengan biaya pesawat.
Pada intinya cost keseluruhan trip ke Korea saya selama 3minggu itu "hanya" habis sebesar 400dolar dan 270.000won ditambah dengan harga tiket pesawat Rp 3.500.000,00. Itu pun saya hang out hampir setiap hari dengan host saya. Kalau tidak hang out mungkin bisa turun 1juta atau bahkan lebih budgetnya. Karena untuk hang out di Korea tidak lah murah. Bersyukurlah kita tinggal di Indonesia karena untuk hang out sangat murah. mengapa saya bilang di Indonesia hang out sangat murah? Karena harga kopi dan bir di Korea Selatan sangat mahal menurut saya. Mungkin karena saya minum bir Amerika terus jadi sekali minum langsung 10.000won ++.
Selain itu jika saya pergi ke Korea nya January bukan Desember harga tiket bisa ditekan sehingga RP2.000.000,00 bolak balik. Tapi sayang tujuan saya kesana untuk menikmati white Xmas dan New Year sehingga saya memaksakan membeli tiket yang harganya 3,5juta tersebut.
Secara garis besar biaya yang saya keluarkan yaitu 400dolar dan 300.000won tersebut sudah termasuk biaya jalan-jalan ke hampir semua tempat vital untuk turis di Korea Selatan, hang out hampir setiap hari, biaya transportasi di sana termasuk bus dan subway atau bahkan KTX, biaya makan yang mahalnya bukan main, dan biaya pesawat.

Tentu banyak orang yang bertanya-tanya mengapa bisa semurah itu? Jawabannya :
1. Saya tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum mengadakan trip karena bisa dapat promo super murah. Untuk maskapai yang saya gunakan adalah Air Asia, untuk waktu pembelian waktu itu Maret 2011 sedangkan saya pergi Desember 2011.
2. Saya tidak ikut tour dan mengarrange rute saya sendiri.
3. Saya tidak membuang sepeserpun untuk membayar tempat tinggal selama di Korea Selatan.
4. Saya menargetkan untuk membuktikan bahwa jalan-jalan di Korea jika dengan perencanaan cukup matang bisa semurah itu, jadi ada niat untuk tidak boros kecuali masalah hang out.. hehe.. Jadi sebagian besar budget saya memang habis untuk ini..T_T..
5. Pergilah dengan cara backpaking karena segalanya akan menjadi lebih mudah. Sebagai contoh : kalau mau kemana-mana hanya bawa backpack masuk bus pun enak, kalau bawa-bawa koper kebanyakan pasti taksi yang dipilih. Sebagai referensi taksi di sana harganya mahal.
6. Saya benar-benar hampir tidak menggunakan taksi, hanya 5kali mungkin menggunakan taksi itu pun karena terpaksa sekali. Sisanya saya menggunakan Subway dan Bus umum.
7. Kebanyakan makan siang saya makan enak (sudah jelas mahal) dan makan malam saya makan murah dengan nasi instant yang dibekukan/didinginkan tinggal dipanaskan.

 Mungkin ini yang bisa saya sharing kan untuk kawan-kawan sekalian, semoga berguna untuk menjadi referensi untuk jalan-jalan ke Korea Selatan secara murah. Untuk detail biaya dan ittenary akan saya post berikutnya.. Jadi sudah terbuktikan jalan-jalan di Korea Selatan tidak semahal yang dibayangkan..:)

Wednesday, January 11, 2012

Story : Lost in Gyeojin, South Korea

Gak bisa tidur nunggu flight pulang mending nulis salah satu pengalaman unik saya saja di Korea Selatan. Pengalaman ini benar-benar mengajarkan saya hal yang sangat penting jika ingin selamat jika tersesat di Korea Selatan. pesan nya "Bertanyalah kepada anak SD atau SMP kalau tersesat di kota kecil Korea Selatan, jangan ke orang tua atau pun anak SMA keatas."
Jadi kisahnya pada hari ke-5 saya di Korea Selatan saya memulai road trip dari Seoul menyusuri east coast Korea Selatan. Kota pertama yang saya tuju adalah Sokcho. Tujuan ke Sokcho tentu saja untuk melihat gunung yang sangat terkenal yaitu Seoraksan. Cerita Seoraksan nanti saja ya.. Langsung lanjut ke inti utama. Jadi sebelum saya mendaki Seoraksan di hari ke-6 saya akan tinggal di Gyeojin terlebih dahulu. Untuk sekedar informasi Gyeojin adalah kota terdekat DMZ, yang letaknya ada di utara Goseong. Bahkan saya bs ke DMZ hanya dengan naik motor 10mnt. Sayangnya ini winter dan saya sampai sudah sore tidak saya lakukan. Memang pergi ke DMZ saya skip dalam trip kali ini karena biaya tournya sangat MAHAL!! Selama perjalanan dari Sokcho saya melewati kota Goseong tentunya dan melihat banyak army. Bahkan ada bebrapa bom yang ditempatkan dipinggir jalan yang bertujuan untuk meledakkan tentara Korea Utara jika terjadi peperangan.
Oh ya, sebelumnya saya naik bus dari Sokcho dan si sopir sudah saya jelaskan dengan berbagai macam cara untuk menurunkan saya di Gyeojin. Setelah sampai di Gyeojin, semua penumpang sudah turun dan si Sopir bus tidak memberi tahu bahwa harus turun di pemberhentian bus yang semua penumpang sudah turun. Alhasil si supir menurunkan saya di tengah jalan.
Saya diturunkan di tengah jalan, di tempat yang tidak saya ketahui secara pasti, di kota kecil dekat DMZ, dan kota tersebut lumayan sepi. Pengalaman yang sangat mendebarkan. Alhasil saya langsung menghubungi host saya dan host saya berusaha menunjukkan arah, namun tidak berhasil. Saya jalan kesana kemari dan bertanya  "where is Gyeojin middle school?" kepada orang sekitar dannnn sayangnya tidak ada satupun yang bisa berbahasa inggris malahan hanya geleng-geleng kepala dannn saya tidak bisa berbahasa Korea SAMA SEKALI... Masih berusaha untuk menemukan apartemen host saya, saya masuk ke jalan kecil yang berasal dari jalan utama kota kecil tersebut. Perlu diketahui saat itu saya sedang membawa 1 Backpack besar dan tas selempang saya. Benar-benar menunjukkan bahwa saya turis.
Tak lama saya melihat ada anak kecil cewe lewat dan saya berlari menghampiri karena sudah agak putus asa untuk bertanya kepada orang2 dewasa dan saya bertanya "can you speak english?" Luar biasanya dia bisa berbicara bahasa inggris dan lumayan bagus. Kemudian dia menggambarkan saya peta kecil sambil bilang "from here, stright, bla bla bla" makai bahasa inggris. Gambar petanya ada di samping dan saya jujur saja gk ngerti petanya..
Kemudian setelah mendapat sedikit pencerahan saya semakin masuk menjauhi jalan utama dari kota Gyeojin itu. Setelah muter-muter dan lewat pasar muter ketemu pasar yang sama lagi saya melihat seorang anak SMP sedang jalan pulang. alhasil saya berlari lagi dan menanyakan "where is Gyeojin middle school?" dengan inggris yang sangat buruk dia menjawab dan bahkan dia mengantar saya sampai ke depan sekolah yang sekaligus berdekatan dengan tempat saya tinggal malam hari ke-5 itu. Saya diselamatkan oleh anak laki-laki kecil di kota kecil dan itu menjadi pengalaman yang akan selalu saya ingat. Sebenarnya dari saya turun bus itu sudah sangat dekat dengan tempat yang ingin saya tuju dan saya memang diturunkan di Gyeojin. Namun ya namanya gak tau jalan jadinya nyasar.
Ini baru salah satu pengalaman seru saya di Korea Selatan. Masih ada banyak pengalaman unik dan seru yang lainnya. Akan saya post berikutnya. Ngomong-ngomong selama 3minggu di Korea Selatan saya kangen juga tinggal si negara yang tidak ada musim dinginnya.. haha...

Tuesday, January 10, 2012

Beberapa Hari Menjelang Akhir Traveling

Akhirnya saya menulis blog lagi.. Setelah hampir 3minggu saya bertualang di Korea Selatan baru ada niatan nulis lagi sekarang. Soalnya di sini pulang malam mulu dan lagi selalu bermalas-malasan kalau ngga keluar jalan-jalan.
Ya, trip kali ini memang sangat amat menyenangkan bagi saya. Banyak sekali first time yang saya alami di sini.

First time melihat salju
First time keluar negeri sendiri
First time gak natalan sama keluarga
First time ngerasain benar-benar winter
First time taun baruan sama foreigner
First time ngeliat sunrise di tahun baru
First time solo traveling (langsung ke luar negeri lagi)
First time surfing di apartemen orang via couchsurfing
First time hidup nomaden di negeri orang
First time menjejakan kaki di Korea Selatan
First time mendapat pengalaman traveling paling gila seumur hidup.

Ya dari trip ini saya memang mendapat banyak sekali pelajaran, dari harus sabar, sopan, bersikap tenang dikala tersesat, tidak mudah panik, dan selalu hati-hati. walau demikian untungnya di Korea Selatan daerahnya sangatlah aman. Jadi sebenarnya saya gak hati-hati amat.
Sekarang tinggal 2 hari terakhir saya di Korea Selatan. Sangat kangen rumah setelah menjalani trip selama 3 minggu terlebih lagi karena tidak merayakan natal dengan keluarga. Tapi solo traveling memang sangat menyenangkan karena kita bisa belajar banyak tentang diri kita dengan solo traveling. dan yang lebih menyenangkan lagi saya bisa membuktikan bahwa jalan-jalan ke Korea tidaklah semahal yang dibayangkan, karena saya bisa survive dengan hanya bermodalkan backpack, uang yang sangat terbatas,dan tanpa bisa berbahasa lokal sedikitpun dalam 3 minggu di Korea Selatan.
Cerita-cerita berikutnya akan berlanjut ketika saya pulang ke Jakarta.

Tuesday, November 8, 2011

Backpaking Tidak Selalu Murah!!

Dipikiran banyak orang ketika mendengar backpaking pasti langsung dianggap traveling dengan budget yang sangat sedikit alias traveling murah. Bahkan teman saya ada yang bertanya "kalau ke bromo abis 1,5jutaan masih bisa dibilang backpaking gak ya?" Jujur saja saya langsung bingung dan terlintas ingin menulis hal ini di blog saya..:)..karena ternyata masih ada orang-orang yang salah mengartikan backpaking itu sendiri.
Seperti yang kita ketahui traveling ada beberapa macam seperti menggunakan koper, flashpacking, backpaking dan lain-lain. Untuk Backpaking sendiri disebut demikian karena ya traveling menggunakan Backpack. Kalau menggunakan koper bukan Backpaking. Nah, backpaking ini sendiri pun tidak selalu terkait dengan budget traveling atau jalan-jalan murah, mengapa? karena tergantung masing-masing traveler nya. Kalau backpakingnya boros ya jadinya bukan budget traveler. Mungkin karena banyak backpaker yang menganut sistem budget traveling makanya backpaking itu selalu terikat dengan yang namanya traveling murah.
Backpaking sendiri disukai dan sering dikaitkan dengan traveling murah karena memiliki berbagai macam keuntungan, misalkan :
1. Mudah menaiki transportasi umum, coba bayangkan jika memakai koper dan naik ke bus. tentu repot akan agak sedikit repot. Transportasi umum sendiri sering dan sangat umum digunakan oleh budget traveler.
2. Mudah berkelana kemana-mana dengan berjalan kaki, dibandingkan dengan menggunakan koper tentu  jalan-jalan terasa lebih mudah jika menggunakan backpack karena tangan masih leluasa dan tas aman-aman saya di belakang. Para budget traveler pun biasanya senang berjalan kaki.
3. Gampang kalau naik motor, bisa dibayangkan jika pergi ke tempat terpencil yang tentu disenangi oleh backpaker menggunakan koper. Transportasi di sana yang utama adalah motor. Tentu sangat merepotkan. serta disukai budget traveler yang tidak rela untuk menyewa mobil pada saat traveling.
Ya, hal inilah yang membuat backpaking selalu berkaitan erat dengan budget traveler, sebenarnya sih tidak. tergantung traveler nya saja mau traveling secara murah atau mahal. Pintar-pintar mengatur biaya, menahan keinginan untuk belanja, dan merencanakan trip secara matang.

Monday, October 31, 2011

Penyakit Bikin Batal Jalan-Jalan

Pada hari senin kemarin seperti pada post sebelumnya saya memenangkan lomba Just Go Singapore yang diadakan Air Asia dan berhadiahkan tiket pp gratis ke Singapore, kemudian tiket Universal Studio Singapore dan tiket MEMA Sentosa Island, disusul dengan lolosnya visa Korea Selatan saya pada tanggal 27 Oktober kemarin membuat saya semakin senang karena passport saya sudah kembali dan tinggal menunggu waktu sampai tanggal 31 yaitu waktunya ke Universal Studio Singapore untuk pertama kalinya. GRATIS PULA!!
NAMUN, semua itu pupus dikarenakan saya terkena penyakit yang sedang mewabah di Universitas saya. yaitu HEPATITIS A. Memang pada hari Senin saya sudah dalam keadaan kondisi sakit dan saya pikir sakit biasa. pada hari Kamis saya cek darah ternyata saya positif Hepatitis A dan menghancurkan harapan untuk mengikuti perjalanan Air Asia tersebut. Tadinya hari ini saya mau nekat pergi ke sana namun bangun saya susah jadi memupuskan harapan untuk pergi ke Singapore hari ini..
Sebenarnya ada hikmah yang bs diambil. Setidaknya jadi pelajaran untuk saya kalau hidup harus sehat, terutama jika sebelum pergi jalan-jalan. Jalan-jalan tidak mungkin dilakukan jika badan tidak fit, karena bukannya senang-senang malahan menyiksa kalau dipaksakan. Memang belum jodoh saya ke Universal Studio Singapore..T_T..

Wednesday, October 26, 2011

Jalan-Jalan (Bukan Traveling) Gratis ke Singapore (Universal Studio&MEMA Sentosa Island) dari Air Asia

Entah memang hobi saya sangat didukung oleh Tuhan atau bagaimana, saya bisa memenangkan lomba yang diadakan oleh Air Asia yang hadiahnya jalan-jalan ke Singapore gratis tiket pp untuk 2 orang, tiket Universal Studio, Tiket MEMA Sentosa Island, makan pagi, makan siang, makan malam, transportasi di Singapore. Dari 500 lebih yang mengikuti diambil 3 orang pemenang dan salah satunya termasuk saya. Benar-benar beruntung dan pada akhirnya saya bs membawa ibu saya untuk jalan-jalan ke luar negri walaupun gratisan. Setidaknya bukan ibu saya yang membayar. Tapi berasal dari jerih payah iseng-iseng saya..:)
Keisengan ikut lomba ini berawal pada hari Jumat tanggal 14 oktober 2011, saya lagi brosing-brosing Facebook trus gak sengaja liat news feed Air Asia. setelah dilihat ternyata ada lomba yang menurut saya lumayan mudah persyaratannya. Judul lombanya Just Go : Singapore - Universal Studios Singapore & MEMA. Lomba ini meminta para pesertanya berpikir kreatif tentang Wahana apa yang akan dibangun jika seandainya penulis menjadi Direkturnya.
Setelah saya pikir-pikir dan mumpung lagi gak ada kerjaan saya coba saja lomba nya dengan bercerita tentang jet coaster StarWars. Setelah selesai saya tutup dan melakukan aktifitas spt biasa tanpa ada perasaan ingin menang ataupun pergi ke Singapore. Benar-benar cuma iseng-iseng. Kemudian ada pengumuman pemenang diumumkan hari senin.
Nah hari senin itu saya super sibuk dan sakit pula. Pada malam hari saya benar-benar lupa soal lomba itu. Seperti biasa setiap malam saya selalu mengecek email dan ada email yang bukan biasanya. setelah saya buka wow nama saya benar-benar pemenang dan itu email konfirmasii pemenang lomba iseng-iseng waktu itu. Masih belum percaya saya buka Facebook Air Asia Indonesia dan ternyata benar saja ada nama saya juga di sana. Sampai sekarang pun saya masih tidak percaya sebenarnya..haha..
Yaa dari sini saya bisa ambil hikmah, dari dulu saya ingin sekali ke Universal Studio dan blom kesampaian, Dikala tidak mampu untuk jalan-jalan atau traveling yang namanya hobi dijalankan dengan baik pasti diberi jalan oleh Tuhan sehingga tetap dapat dinikmati oleh kita. Jadi intinya tanggal 31 oktober 2011 saya jalan-jalan gratis ke Singapore + dapet macam-macam gratis..ini bukan traveling tapi jalan-jalan dan cuman 1 hari lohh..haha...jarang-jarang ke luar negeri pulang hari..


Friday, October 21, 2011

My First Ever Traveler Hosting Experience : Japanesse Traveler (English)


It was fun for 3 days 2 nights talking with foreign traveler.. After nearly a year I used CouchSurfing to do some culture exchange with other countries, finally my first ever experience for Hosted Foreign Traveler accomplished as well .. Traveler who came to my place for the first time was the Traveler who came from countries in East Asia, and its from Japan.
There are so many things I learned by meeting with a foreign traveler especially with this Japanesse Traveler and talked about many things .. before that I have several times met and talked with a foreign traveler, but only a short meeting ..
When I interact in 3 days 2 nights, not only my knowledge of other countries to grow,but also my English language skills which still intermediate.. and than  the presence of cultural exchange or the exchange of stories, according to my own opinion, I became more love Indonesia as it appeared in other countries have a problem that was not expected by the people of Indonesia .for a people problem in other country,if you wanna know it do it by exchange the knowledge with foreign country.:). yeah we as Indonesian people always see a good side of another country so we never proud with our country itself..so do a lot Culture exchange with another foreigner for loving your country more.
I am very happy when my friend was saying that people in Indonesia are very friendly and kind.. and Bandung is really comfortable too he said especially when taked a hot spring in Ciater and eat many Indonesian traditional food.. .. And even he intended to return again and live in Indonesia .. I feel very proud of Indonesia ..
                              This is my Couchsurfer friend..He is a Traveler from Japan..

My First Ever Traveler Hosting Experience : Japanesse Traveler

Sangat menyenangkan selama 3 hari 2 malam berbincang-bincang dengan orang asing.. Setelah hampir setahun saya menggunakan Couchsurfing untuk melakukan beberapa culture exchange dengan negara lain, akhirnya pengalaman pertama saya  untuk meng-Host foreign traveler kesampaian juga.. Traveler yang datang ke tempat saya untuk pertama kalinya adalah Traveler yang berasal dari negara di Timur Asia itu, yaitu dari Jepang.
Banyak sekali hal yang dapat saya pelajari dengan bertemu dengan orang asing dan berbincang tentang banyak hal..sebelumnya saya telah beberapa kali bertemu dan mengobrol dengan traveler asing namun hanya pertemuan sebentar saja..
Saat saya berinteraksi secara penuh selama 3 hari 2 malam, tidak hanya pengetahuan saya tentang negara lain bertambah, namun juga kemampuan berbahasa Inggris saya yang masih belum begitu lancar ini..selain itu dengan adanya pertukaran budaya atau pertukaran cerita, menurut saya sendiri, saya menjadi lebih mencintai Indonesia karena ternyata di negara lain memiliki kekurangan yang sangat tidak diharapkan oleh masyarakat Indonesia sendiri.untuk kekurangan negara Jepang sebaiknya teman-teman mengetahuinya dengan melakukan pertukaran pengetahuan dengan orang asing.:).Jadi banyak-banyak lah melakukan Culture Exchange sehingga makin cinta negara sendiri.
Saya sangat senang sekali saat teman saya ini mengatakan orang-orang di Indonesia sangatlah ramah..ya dimata orang asing penduduk Indonesia terkenal dengan keramahannya dan nyamannya kota Bandung.. Dan bahkan dia berniat untuk kembali lagi dan kalau bisa tinggal di Indonesia.. Sangat membanggakan..


                             This is my Couchsurfer friend..He is a Traveler from Japan..

Thursday, October 20, 2011

Traveling or Jalan-Jalan?

Mungkin untuk banyak orang kata Traveling dan jalan-jalan itu sama..kalau orang mau jalan-jalan ke luar negeri ya disebutnya traveling, kalau misal jalan-jalan ke luar kota ya traveling ke luar kota..
Menurut saya ada perbedaan yang sangat mendasar antara kata traveling dan jalan-jalan. Bagi saya jalan-jalan itu hanyalah pergi ke suatu daerah dan tujuan utamanya untuk menikmati daerah tersebut..tidak ada hal lain.hanya menikmati kesempatan liburan untuk pergi ke daerah lain..Entah ingin merasakan suasana baru atau sekedar melepas kepenatan.. Bagaimana dengan kata traveling yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia pun artinya "jalan-jalan"?
Menurut saya Traveling adalah saat dimana kita jalan-jalan namun tujuan kita jalan-jalan bukanlah hanya untuk bersenang-senang semata, namun untuk mempelajari culture yang terdapat di tempat tujuan, bergaul dengan orang lokal, dan bahkan bisa ikut mencoba banyak hal yang dapat dilakukan di sana seperti ikut bekerja menjadi nelayan, dan semacamnya. Tentu jika dilihat dari definisi yang saya buat terlihat perbedaan antara kata traveling dan jalan-jalan.
Ya tentu saja untuk saya kata traveling lebih baik untuk dilakukan karena benar-benar bisa menambah pengalaman dan pengetahuan kita dengan dunia luar, atau bahkan terlebih lagi dengan melakukan traveling kita semakin cinta dengan Indonesia karena kita sadar bahwa Indonesia lebih memiliki banyak kebudayaan dibandingkan negara tujuan..dan yang terlebih lagi kita bisa mengenal lebih jauh diri sendiri dengan melakukan traveling. Hal ini sudah dibuktikan oleh sangat banyak orang.
Tulisan ini hanya sebagai opini saya saja terhadap 2 kata tersebut..

cheers,
Steven

Tuesday, October 18, 2011

Nabung Untuk Traveling atau Nabung Untuk Hangout Tiap Minggu?

Banyak sekali teman-teman saya atau bahkan orang tua saya bertanya, knapa makannya sangat irit-irit trus jalan-jalan ke mall jarang, makan enak jarang, ngumpul-ngumpul jarang. Bahkan Orang tua saya sampai marah-marah soal pola makan yang saya lakukan dan menyuruh saya jalan-jalan ke mall untuk refreshing jangan berdiam di kamar kos saja..Ya hal ini saya lakukan agar saya bisa menyisihkan uang untuk liburan saya. Tentu saja tidak ada satu pun orang yang ingin liburannya membosankan, hal itu lah yang menjadi pikiran dan motivasi saya dalam menabung secara agak ekstrim ini. sebenarnya dibilang ekstrim jg tidak begitu ekstrim juga..
Beberapa teman saya juga bilang "sekali-sekali kalau nongkrong ikut lahh, jangan ngurung diri di kos aja", ya jawaban saya selalu, "Gw lagi nabung nih..harus hemat".. Dalam pemikiran saya untuk apa membuang uang untuk kesenangan sesaat seperti ke mall, atau nongkrong-nongkrong minum kopi dan berbagai macam hal yang menggoda kesenangan anak muda. Saya sudah mengalami masa-masa boros dan gila itu selama SMA dan SMP, buat saya hal itu sudah cukup walau terkadang saya jg melakukannya lagi..tapi sebulan benar-benar tidak sampai 5kali saya ke mal atau bahkan tidak sama sekali. Mungkin orang melihat saya sebagai orang yang pelit dan suka mengurung diri di kamar Kos namun semua itu bukan dilakukan tanpa alasan, namun dengan alasan kuat dan berhubungan dengan hobi saya untuk menjadi traveler atau bahkan menjadi travel writer (amin...). Bukan soal saya malas bersosialisasi dengan teman-teman saya juga, buat saya teman itu adalah sesuatu yang penting tak ternilai harganya. Setiap hari saya selalu menyempatkan diri berkumpul dengan teman dan tentu saja tanpa biaya apapun dengan bermain ke kos mereka atau bermain di kos saya dan hal itu hampir terjadi setiap malam..namun Coba bayangkan seandainya uang tersebut ditimbun ditabung dengan tidak sama sekali nongkrong ataupun jalan-jalan ke mall dan disimpan sampai liburan tiba, pasti menumpuk sekali dan siap digunakan untuk bertualang jangka panjang yang tentunya bukan kesenangan sesaat seperti ke mall yang hanya sekali seminggu atau kumpul-kumpul dengan teman-teman setiap hari, namun akan diingat cukup lama atau bahkan seumur hidup. Hal ini lah yang mendorong saya untuk bisa menyisihkan uang jajan bulanan saya, setidaknya jika traveling dengan uang sendiri feel nya akan lebih memuaskan dibandingkan dengan menggunakan uang orang tua. Seperti saat saya trip ke Jogja bulan Juni kemarin menggunakan uang saya sepenuhnya dan sangat memuaskan secara keseluruhan, waktu saya ke Karimunjawa saya menggunakan yang saya sendiri jg walau mendapat subsidi secara paksa dari orang tua saya. Dengan memakai hasil jeripayah sendiri hasilnya akan berbeda, Percaya dengan kata-kata saya..

Jadi kalau mau menjadi Traveling rajin-rajin lah menabung dan menahan rasa untuk jalan-jalan mingguan yang tentunya akan menguras cukup banyak uang. jadinya setiap liburan bisa bertualang dan lebih bagus lagi kalau tidak memakai uang orang tua dan jangan lupa memiliki relasi adalah sesuatu yang penting karena kita manusia makhluk sosial...
Ngomong-ngomong tulisan ini masih ditulis oleh Traveler newbie yang sedang berusaha untuk traveling tanpa menggunakan uang orang tua nya..

Cheers,
Steven

Sunday, October 16, 2011

Say Peace to the World

Kemarin saya diberi link Video oleh teman saya yang sekarang ada di Singapore, video nya benar-benar memberi saya inspirasi bahwa traveling itu bukan lah untuk bersenang-senang semata. mungkin banyak orang traveling untuk melakukan kesenangan dan refreshing, namun setelah melihat video ini saya jadi merasa bahwa jika hanya bersenang-senang saja sangat kurang, melainkan setidaknya kita dapat memberikan pengaruh ke dunia luar tentang perjalanan kita.
kalau teman-teman penasaran bisa di lihat videonya :


Berkat video yang sangat mengharukan ini saya jadi memiliki target untuk menciptakan foto "Say Peace to The World" setiap kali saya traveling. Dengan bermodalkan kamera semoga target ini dapat tercapai walaupun butuh beertahun-tahun sekalipun dan semoga pada akhirnya dari beberapa foto akan menjadi Video yang indah. 

Saturday, October 15, 2011

Why Reckless Traveler?

Mungkin beberapa dari teman-teman bertanya mengapa judulnya The Reckless Traveler, bukan yang lain..saya membuat nama ini karena kalau dipikir-pikir saya nekat jg..kenekatannya tidak hanya 1kali namun berkali-kali selama saya jalan-jalan selama ini. seperti saya touring Jawa Tengah dengan teman saya tanpa tau jalan dan naik motor(modal nyali aja),Solo backpaking saya yang pertama adalah ke Korea Selatan yang akan saya lakukan Desember nanti, waktu itu juga ke Bali saya mengatur dengan sangat cepat via darat pula, pergi ke Curug Malela sampai-sampai menginap di gubuk seorang tukang ojek yang baik..semua ini merupakan kenekatan saya yang tentunya kalau dibandingkan sama backpaker profesional mungkin biasa saja. Bisa saja nanti kalau saya sudah banyak pengalaman menjadi Backpaker melihat tulisan ini bisa-bisa ketawa-ketawa sendiri mikir "apaan sih gitu aja nekat, orang biasa aja"..haha..
ya hal ini lah yang membuat saya memberikan nama Blog ini The Recklesss Traveler.
semoga blog ini berguna bagi teman-teman yang membaca tulisan saya..soal pengalaman-pengalaman nekat saya yang sebutkan diatas akan saya bahas juga dilain waktu..:)

Cheers,
Steven

Friday, October 14, 2011

Hope for South Korea Visa

setelah berangkat dari rumah jam 9 pagi, pembuatan visa korea kali ini benar-benar serasa bertualang. udah nyasar, kedutaan kelewatan udah kelewatan ternyata pindah lagi kedutaan Korea Selatan-nya, ketilang pula lagi gara-gara kelamaan tinggal di Bandung lupa kalau ada 3 in 1. benar-benar menyedihkan. yang pasti saya mau sharing bahwa kalau teman-teman cek di google tentang kedutaan Korea Selatan menyebutkan alamatnya di Jl. Jend Gatot Subroto kav 58 itu salahhh, kedutaannya pindah dan pindahnya sampai kapan saya kurang tau,yang pasti tempat apply visa yang sekarang ada di :

Gedung The Plaza Office lt. 30
Jl. MH Thamrin kav 28-30, Jakarta Pusat
Telp : 021-2992-2500 dan 021-2992-1700


memang saya yang salah nyari informasi soal kedutaannya setengah-setengah, cuman buka google dapet alamatnya jalan ternyata sudah pindah..haha..
akhirnya tadi saya sampai jam 11.10 dan mendapat nomor antrian yang ke 63, sedangkan pada saat saya sampai baru 48. sedih banget bayanginnya harus nunggu segitu lama, tapi ternyata antrian visanya sangat cepat. hanya berselang stengah jam lebih sudah mencapai giliran saya..
setelah menyerahkan berkas-berkas, dibolak balik tanpa dibaca tentunya, lalu diminta biaya administrasi sebesar Rp 270,000.00 lalu diberi tanda terima yang akan digunakan untuk mengambil visa. karena saya meng apply pada hari jumat ini pada tanggal 14 maka estimasi visa selesai tanggal 20 karena terpotong hari sabtu dan minggu. tanpa menggunakan jasa pembuatan visa tentunya..smoga diterima aja..tinggal berdoa..

ini adalah contoh tanda terima visanya.









Panduan pembuatan visa South Korea

Akhirnya setelah sekian lama waktu untuk membuat visa datang juga...besok hari atau malah tepatnya pagi ini ya..haha..saya akan mengajukan visa South Korea..apakah diterima atau tidak?smoga diterima..Aminnnn...
visa ini benar-benar merupakan stengah dari usaha saya untuk plesiran alias jalan-jalan alias traveling ke Korea Selatan. kalau tidak diterima bisa-bisa nangis..bcanda..palingan bersungut-sungut gara-gara tiket angus..
tentu visa tidak dapat dibuat dengan begitu saja.begitu banyak berkas-berkas yang saya kumpulkan untuk memperkuat bukti bahwa saya hanya sebatas traveling ke negeri ginseng itu..biar gak dikira lari jadi pekerja gelap gituu..dengan perjuangan selama 2minggu mengumpulkan berkas-berkas karena pemikiran untuk buat visa datang tiba-tiba semua berkas berhasil terkumpul hari ini setelah saya pulang dari Bandung..
berkas-berkas yang saya ajukan antara lain :
1. fotokopi akte lahir
2. fotokopi KK
3. fotokopi KTP / KTM
4. surat keterangan kerja dari kantor
*kalau saya sih bukan keterangan kerja dari kantor secara saya masih mahasiswa. jadinya keterangan bahwa saya berkuliah di Universitas yang sekarang dan akan kembali menjadi mahasiswanya lagi alias ngga kabur. pengalaman membuat recommendation letter universitas ini benar-benar membuat saya cukup gila. setiap hari dalam seminggu harus mengejar-ngejar TU untuk membuatkan surat ini. setelah seminggu belum kunjung dibuat dan ternyata tanpa pemberitahuan harus memberikan syarat seperti fotocopy tiket dan Passport.alhasil saya bawa dan masih harus menunggu lagi selama beberapa hari..dan untungnya pada hari kamis tanggal 13 oktober 2011 saya mendapatkan surat rekomendasi itu. padahal siangnya saya akan pulang ke Jakarta. benar-benar mepet namun melegakan.
5. surat sponsor, kalau dibayarin
*nah surat sponsor ini saya buat juga.kenapa?karena rekening saya disuntikin dana dulu dan gak mungkin donk tiba-tiba bilang pakai biaya sendiri tau-tau di rekening koran ada suntikan dana tiba-tiba untuk buat visa tanpa keterangan yang jelas dana itu dari mana..buat formalitas aja sih sebenernya..
6. surat aplikasi visa diisi plus ditempel foto terbaru ukuran 4x6cm latar belakang putih..
7. bukti reserve tempat nginep (guesthouse, hotel, dll)
*kalau saya sih gak kasih secara saya bakal nginep gratisan dengan memakai Couchsurfing..karena tujuan saya adalah culture exchange jd sebisa mungkin saya tinggal dengan orang lokal. setidak-tidaknya sama bule biar bisa bertukar pengalaman dan memperlancar bahasa Inggris saya..
8. print out tiket atau bookingan tiket
9. surat referensi bank (legalisir)
*nah surat ini biasa butuh nominal tertentu baru bisa dibuatin..kalau saya sih patok nominal 30juta, itupun duit cuman lewat dan dikenai biaya 50ribu sama bank dimana saya memiliki rekening disana.prosesnya lumayan cepat hanya 2-3hari kerja. disarankan untuk membuat dicabang asal.karena bisa sehari langsung jadi.berhubung saya buat rekening di Jakarta dan baru mengajukan rekomendasi di Bandung, jadinya ada masalah birokrasi gitu yang bikin jadi agak lama.
10. fotokopi buku tabungan / rekening koran 3 bulan terakhir
11. bikin travel itinerary
12. fotokopi paspor dihalaman depan yang ada fotonya, dan belakang yang ada data alamatnya.
13. bawa duit 300ribuan lah..buat cadangan aja, stau saya sih 270an ribu..kalau sudah tau besok saya kabarin lagi harga tepatnya berapa..hehe..

doakan saya agar mendapatkan visa Korea Selatan pagi ini..Wish me luck..

Wednesday, October 12, 2011

My First Blog Post

Akhirnya setelah sekian lama saya ingin membuat blog tentang catatan perjalanan saya kesampaian juga. sebelumnya saya memperkenalkan diri, saya adalah Steven seorang mahasiswa yang berkeinginan untuk berkeliling dunia ala Backpaking dan saya sangat suka fotografi. kata backpaking ini saya kenal semenjak tahun 2010 dan semakin lama membuat saya ketagihan. yang pasti setiap ada waktu luang saya pasti keluyuran dengan cara backpaking. dengan blog ini saya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman soal akomodasi, bagaimana cara traveling yang saya lakukan, dan tentu saja cerita-cerita pada saat saya traveling..tidak lupa tentang KENEKATAN saya selama traveling ini.